Langsung ke konten utama

Skandal Facebook dan Cambridge Analytica

Baru-baru ini Facebook diterpa skandal yang cukup meresahkan netizen. Skandal ini dipicu oleh whistleblower, seorang karyawan Cambridge Analytica, yang mengungkapkan bahwa perusahaannya melakukan profile mining dari 50 juta pengguna facebook. Profile tersebut kemudian diduga telah digunakan untuk political target advertisement.

Skandal ini cukup kritikal untuk Facebook, hingga Mark Zuckerberg menyempatkan diri untuk menulis post terkait isu ini di akun pribadinya. Bahkan ia juga sempat diwawancarai oleh sebuah televisi swasta, yakni CNN. Berikut video terkait wawancara tersebut.



Permasalahan skandal tersebut pun meluas terhadap bagaimana detailnya facebook memiliki data penggunanya. Bukan hanya status atau foto yang diunggah pengguna. Bahkan data perihal kontak yang ada di ponsel, panggilan masuk, panggilan keluar, dst.



Gue jadi inget postingan gue sebelumnya tentang Facebook yang cukup kepo dengan ponsel gue.

Verdict

Gini sih, gue sih gak heran kalau Facebook bisa punya data sebegitu detail tentang penggunanya. Tapi gue cuma heran kenapa orang-orang ini seolah terkejut terhadap data-data yang dimiliki oleh Facebook tentang mereka.

Terkait CA yang punya akses ke 50 juta pengguna, menurut gue itu salah satu pembelajaran untuk Facebook memperbaiki bagaimana algoritmanya bekerja. Facebook hanya menyediakan alat kepada developer. Bagaimana developer menggunakan alat tersebut, ya terserah mereka. Jika terlalu dibatasi, kreativitas developer juga akan terbatas dan gue yakin Facebook gak akan bisa sebesar ini kalau kreasi developer dibatasi. Namun memang saat alat tersebut digunakan tidak sesuai semestinya, Facebook perlu mengambil alih peran sejauh apa developer menggunakan tools tersebut, terutama perihal privasi penggunanya.

Jadi, masih pakai Facebook? Gue sih enggak. Wuahahaha.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Darkest Hour (2017)

Bagi penggemar kisah Perang Dunia ke-2 (WWII), film ini pastinya ditunggu-tunggu. Gue sendiri baru sadar kalau film ini ada hubungannya dengan film Dunkirk (2017). Kalau Dunkirk itu menggambarkan kondisi peperangan di lapangan. Sedangkan Darkest Hour menggambarkan intrik politik di Inggris saat tentaranya dihabisi oleh Jerman di bawah pimpinan Hitler. Menurut gue sendiri, film ini sempat membosankan di beberapa scene. Namun di beberapa scene, film ini berhasil menggambarkan suasana emosional dan kritis dengan sangat baik. Gue gak begitu kenal dengan aktor-aktrisnya. Di beberapa review, disebut bahwa Gary Oldman memerankan Winston Churcill dengan sangat sangat baik. Memang benar, Gary memenangi penghargaan Oscar di kategori "Best Performance by an Actor in a Motion Picture - Drama".

Murder On The Orient Express (2017)

Film ini ya, endingnya bener bener gak terduga. Diangkat dari sebuah novel laris, kayaknya film ini berhasil diadaptasi dengan baik. Gue gak pernah baca novelnya sih. Mungkin bagi penggemar novelnya akan komentar ini itu. Ya menurut gue sih adaptasinya udah cukup oke kok. Terutama kumis sang detektif yang ikonik, sepertinya jadi maskot cerita tersebut. Bagi penggemar kisah detektif seperti Sherlock Holmes, film ini oke juga.