Langsung ke konten utama

Kereta Sleeper (Lebaran 2018)


Ada terobosan baru nih dari PT KAI, kereta sleeper. Perjalanan perdananya jurusan Jakarta-Surabaya dengan harga tiket 900 ribu rupiah sekali per orang sekali perjalanan. Wow! Wow?

Banyak yang langsung komentar kalau harga ini terlalu mahal. Mending naik pesawat, katanya, lebih cepat sampai ketimbang naik kereta yang butuh waktu perjalanan selama berjam jam. Karena mahal murah itu relatif tergantung kemampuan dan kemauan orang. Mari kita bandingkan secara objektif saja dengan tiket pesawat dan tiket kereta lainnya di tanggal yang sama.

KAI mulai menjual Kereta Sleeper untuk perjalanan mudik dan balik lebaran 2018 Kereta Sleeper ini memiliki fitur-fitur berupa Sudut reclining kursi hingga maximum 170 derajat, Kursi dengan pedestal (alas) kaki lipat, Cup holder, Meja lipat, Locker box dengan cermin dan USB power charger untuk smartphone, Headset port 3.5 mm untuk audio, LCD TV 12” dikontrol dengan remote control untuk multimedia, Kantong majalah, Lampu baca, dan buzzer untuk pemanggil penumpang kepada kru kereta. Kereta Sleeper ini akan dirangkaikan pada KA Argo Bromo Anggrek dari kedua arahnya, baik keberangkatan Gambir dan keberangkatan dari Surabaya Pasar Turi Dapatkan Tarif Promo Luxury Class Sleeper Train untuk keberangkatan 12-25 Juni 2018. Selama masa promo KA Argo Bromo Anggrek Luxury dapat dipesan dengan harga Rp900.000. Pemesanan dapat dilakukan di semua channel penjualan Ayo tunggu apalagi, segera pesan tiketnya dan rasakan kenyamanan yang berbeda dalam perjalananmu! #keretaapikita
A post shared by Kereta Api Kita (@keretaapikita) on


Harga tiket pesawat

Harga tiket kereta eksekutif

Kalau dibandingkan dengan tiket pesawat, harga paling rendah yakni 700 ribu rupiah. Namun ada faktor lain yang perlu kita pertimbangkan juga. Jam keberangkatan, boarding time, biaya perjalanan ke dan dari bandara, dan fasilitas.

Jam keberangkatan bisa dibilang first flight. Pagi buta kita harus berangkat. Sebab bandara yang jauh dari perkotaan cukup memakan waktu dan boarding time sebelum jam keberangkatan. Biaya perjalanan kalau pakai taksi daring, 100 ribu rupiah, sebab Damri nampaknya belum ada yang sepagi itu (?). Ditambah itu tiket pesawat kelas ekonomi, bukan eksekutif.

Lagipula harga tiket saat lebaran memang fantastis. Kalau dibandingkan dengan kereta eksekutif lainnya yang harganya 700 ribu rupiah.

Btw ini masih harga promo ya. Kalau harga bukan promo sih belum dikasihtau, mungkin sekitar 1,2 juta rupiah? Kalau iya benar di atas sejuta sih mending naik pesawat sih kemana mana. Harga tiket pesawat selain first flight juga gak segitunya. Kalau gak first flight kan bisa naik damri. Gapapa dah kelas ekonomi juga. Toh cuma 1,5 jam ini.

Kecuali memang target pelanggan kereta sleeper ini orang yang tidak mau naik pesawat tapi tetap mau nyaman. Nah ini masuk akal. Pertanyaan selanjutnya yakni berapa banyak sih orang seperti itu?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Darkest Hour (2017)

Bagi penggemar kisah Perang Dunia ke-2 (WWII), film ini pastinya ditunggu-tunggu. Gue sendiri baru sadar kalau film ini ada hubungannya dengan film Dunkirk (2017). Kalau Dunkirk itu menggambarkan kondisi peperangan di lapangan. Sedangkan Darkest Hour menggambarkan intrik politik di Inggris saat tentaranya dihabisi oleh Jerman di bawah pimpinan Hitler. Menurut gue sendiri, film ini sempat membosankan di beberapa scene. Namun di beberapa scene, film ini berhasil menggambarkan suasana emosional dan kritis dengan sangat baik. Gue gak begitu kenal dengan aktor-aktrisnya. Di beberapa review, disebut bahwa Gary Oldman memerankan Winston Churcill dengan sangat sangat baik. Memang benar, Gary memenangi penghargaan Oscar di kategori "Best Performance by an Actor in a Motion Picture - Drama".

Murder On The Orient Express (2017)

Film ini ya, endingnya bener bener gak terduga. Diangkat dari sebuah novel laris, kayaknya film ini berhasil diadaptasi dengan baik. Gue gak pernah baca novelnya sih. Mungkin bagi penggemar novelnya akan komentar ini itu. Ya menurut gue sih adaptasinya udah cukup oke kok. Terutama kumis sang detektif yang ikonik, sepertinya jadi maskot cerita tersebut. Bagi penggemar kisah detektif seperti Sherlock Holmes, film ini oke juga.

Skandal Facebook dan Cambridge Analytica

Baru-baru ini Facebook diterpa skandal yang cukup meresahkan netizen. Skandal ini dipicu oleh whistleblower, seorang karyawan Cambridge Analytica, yang mengungkapkan bahwa perusahaannya melakukan profile mining dari 50 juta pengguna facebook. Profile tersebut kemudian diduga telah digunakan untuk political target advertisement. Skandal ini cukup kritikal untuk Facebook, hingga Mark Zuckerberg menyempatkan diri untuk menulis post terkait isu ini di akun pribadinya . Bahkan ia juga sempat diwawancarai oleh sebuah televisi swasta, yakni CNN . Berikut  video  terkait wawancara tersebut. Permasalahan skandal tersebut pun meluas terhadap bagaimana detailnya facebook memiliki data penggunanya. Bukan hanya status atau foto yang diunggah pengguna. Bahkan data perihal kontak yang ada di ponsel, panggilan masuk, panggilan keluar, dst. Downloaded my facebook data as a ZIP file Somehow it has my entire call history with my partner's mum pic.twitter.com/CIRUguf4vD — Dylan McKa...