Langsung ke konten utama

Side Project : Batas Paket Internet

Ceritanya gue beliin bokap hp merk Oppo. Ada satu fitur yang menurut gue berguna banget buat bokap. Tapi ternyata gak ada di Oppo.

Fitur yang gue maksud tuh limit data usage. Gue gak paham kenapa di Oppo dihilangin. Soalnya itu fitur standar Android.

Setting Oppo

Setting Android

Trus setelah cari-cari, kok kayaknya gak nemu aplikasi yang sederhana dan pas. Jadilah gue inisiatif bikin aplikasi gue sendiri. Here is the beginning of the story.

(((Eh atau ada nih? Hahaha)))

Requirement yang dipengen sih gak macem macem. Setiap kali bokap beli paket data sejumlah sekian, dia gak mau pas data internet habis, bakal ngabisin pulsa yang ada. Kedua, bokap bisa liat aplikasi yang konsumsi data internet lewat background. Kenapa hal ini penting? Dia sering protes, "Gak dipake apa-apa kok pulsa udah berkurang ya".

TL;DR
1. Pengguna dapat menentukan berapa batas maksimum MB/GB data internet yang hendak dipakai dalam sebuah periode.
2. Periode yang dimaksud dapat berupa harian, mingguan, bulanan, dwi bulanan, dst.
3. Begitu data internet sudah melebihi batas maksimum, koneksi internet akan dinonaktifkan
4. Ngomong-ngomong, data internet dan koneksi internet yang dimaksud yakni Cellular Data. Sedangkan WiFi Data tidak masuk hitungan.
5. Pengguna dapat mengaktifkan kembali koneksi internet melalui menu atau pop up dialog dengan konsekuensi bahwa koneksi internet akan mengkonsumsi pulsa, bukan paket data.
6. Pengguna dapat melakukan review penggunaan data yang sudah digunakan dalam periode tertentu atau setiap harinya.
7. Pengguna dapat melakukan review aplikasi yang melakukan konsumsi paket data secara background.

Let's start!

Update 20 Juni 2018.

Tambahan requirement dan revisi requirement agar lebih detail dalam pengembangan.
6. Pengguna dapat melakukan review penggunaan data yang sudah digunakan dalam periode yang sudah ditentukan di dalam pengaturan.
8. Aplikasi dapat mengukur data internet yang dikirim dan diterima oleh device.
9. Aplikasi dapat menyimpan data yang sudah diukur setiap harinya (tanggal sebagai unique key).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Skandal Facebook dan Cambridge Analytica

Baru-baru ini Facebook diterpa skandal yang cukup meresahkan netizen. Skandal ini dipicu oleh whistleblower, seorang karyawan Cambridge Analytica, yang mengungkapkan bahwa perusahaannya melakukan profile mining dari 50 juta pengguna facebook. Profile tersebut kemudian diduga telah digunakan untuk political target advertisement. Skandal ini cukup kritikal untuk Facebook, hingga Mark Zuckerberg menyempatkan diri untuk menulis post terkait isu ini di akun pribadinya . Bahkan ia juga sempat diwawancarai oleh sebuah televisi swasta, yakni CNN . Berikut  video  terkait wawancara tersebut. Permasalahan skandal tersebut pun meluas terhadap bagaimana detailnya facebook memiliki data penggunanya. Bukan hanya status atau foto yang diunggah pengguna. Bahkan data perihal kontak yang ada di ponsel, panggilan masuk, panggilan keluar, dst. Downloaded my facebook data as a ZIP file Somehow it has my entire call history with my partner's mum pic.twitter.com/CIRUguf4vD — Dylan McKa...

Darkest Hour (2017)

Bagi penggemar kisah Perang Dunia ke-2 (WWII), film ini pastinya ditunggu-tunggu. Gue sendiri baru sadar kalau film ini ada hubungannya dengan film Dunkirk (2017). Kalau Dunkirk itu menggambarkan kondisi peperangan di lapangan. Sedangkan Darkest Hour menggambarkan intrik politik di Inggris saat tentaranya dihabisi oleh Jerman di bawah pimpinan Hitler. Menurut gue sendiri, film ini sempat membosankan di beberapa scene. Namun di beberapa scene, film ini berhasil menggambarkan suasana emosional dan kritis dengan sangat baik. Gue gak begitu kenal dengan aktor-aktrisnya. Di beberapa review, disebut bahwa Gary Oldman memerankan Winston Churcill dengan sangat sangat baik. Memang benar, Gary memenangi penghargaan Oscar di kategori "Best Performance by an Actor in a Motion Picture - Drama".

Murder On The Orient Express (2017)

Film ini ya, endingnya bener bener gak terduga. Diangkat dari sebuah novel laris, kayaknya film ini berhasil diadaptasi dengan baik. Gue gak pernah baca novelnya sih. Mungkin bagi penggemar novelnya akan komentar ini itu. Ya menurut gue sih adaptasinya udah cukup oke kok. Terutama kumis sang detektif yang ikonik, sepertinya jadi maskot cerita tersebut. Bagi penggemar kisah detektif seperti Sherlock Holmes, film ini oke juga.