Langsung ke konten utama

Pengen Cepet Kaya?

Kalau gue sih lebih pengen status financially independent. Maksudnya tuh udah gak perlu kerja lagi untuk mencukupi kebutuhan hidup. Gimana caranya?

Caranya ubah mindset dulu. Kalau udah pernah baca atau denger teori di Rich Dad Poor Dad, pasti tau hal ini. Jangan jadiin income (pendapatan) itu jadi expense (pengeluaran) / liabilities (harta yang harganya menyusut). Lho trus expense dapet duit darimana? Ya dari aset aktif. Maksudnya?



Jadi income dijadikan sebagai aset aktif kemudian hasilnya digunakan sebagai expense.

Aset aktif contohnya apa saja? Saham (stock), surat berharga (bonds), deposito. Aset aktif tersebut memberikan return. Saham berupa deviden dan surat berharga / deposito berupa bunga (interest).

Lalu aset aktif apa yang return nya bisa menutupi kebutuhan pengeluaran kita. Hal itu tergantung risk profile kita (konservatif, moderat, agresif) dan berapa jumlah pengeluaran kita. Aset saham cocok bagi risk profile yang agresif (punya risiko tinggi). Aset surat berharga / deposito cocok bagi risk profile yang moderat / konservatif.

Semakin tinggi risiko, semakin tinggi return (high risk, high return). Berbeda dengan surat berharga / deposito yang memiliki risiko relatif rendah. Ingat ya, tergantung kita mau beli surat berharga milik siapa atau deposito di bank mana. Beli Saving Bonds Retail (SBR) milik pemerintah atau deposito di bank-bank BUKU 4 agar lebih terjamin.

Nah terkait jumlah pengeluaran, kita juga harus melakukan evaluasi. Berapa % pengeluaran dari pendapatan. Adapun komponen pengeluaran perlu kita evaluasi. Berapa % untuk kebutuhan sehari-hari (makan minum transport), lifestyle (pulsa internet nonton restoran), atau hutang (cicilan KK, KPR, KPM), dan lain lain. Usahakan hutang tidak lebih dari 30% pendapatan ya. Kemudian kalau bisa cicilan KK dikurangi dan tagihan lunas setiap bulannya.

Biar mudah, install Toshl aja.

Berangkat dari situ, kita bisa kurangi mana yang tidak perlu dan menambah % sisa uang setiap bulannya. Sisa uangnya hendaknya ditabung, untuk awal-awal. Targetnya yakni 1 bulan pengeluaran. Jika sudah mencapai target tersebut, naikkan menjadi 3 bulan 6 bulan 9 bulan 12 bulan pengeluaran. Namanya dana darurat. Simpan dalam bentuk tabungan atau deposito atau emas.

Sesudah itu, alokasikan juga untuk lifestyle (belanja dan liburan), tanpa berhutang. Bayar pakai kartu kredit bukan termasuk hutang kok asal pas ditagih, lunas semua. Yang jadi masalah kan ketika ditagih, eh bayarnya cuma bisa minimum pembayaran. Duh.

Nah selanjutnya, punya alokasi investasi, baiknya saham atau reksadana. Nabung saham. Pilih perusahaan yang kamu yakin akan berkembang dalam jangka panjang. Nggak perlu beli ribuan lot sekaligus. Cukup nyicil beli sahamnya sedikit demi sedikit tiap bulan. Jangan lupa tetap dipantengin tuh berita-berita fundamental dari perusahaan. Kalau fundamental masih bagus tapi kena sentimen negatif, harga saham naik turun itu sudah biasa. Nggak usah panik jual.

Videonya Ray Dalio bagus nih buat jelasin gimana prinsip ekonomi bekerja di dunia nyata


Mungkin pertanyaannya bisa gue ganti, sudah siap kalau kaya?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Batasi media sosialmu

Dalam sehari, berapa kali atau berapa lama tuh lo mantengin media sosial? Entah facebook, twitter, instagram, path, atau whatsapp. Gue pribadi sekarang sudah bener-bener mengurangi konsumi media sosial. Facebook sudah gak aktif sejak 2007, instagram dan path juga sudah berkurang jauh sejak 2 bulan lalu. Photo by  Camille Minouflet  on  Unsplash Banyak kok manfaatnya, 1. Baterai smartphone lebih awet jadi gak perlu berkali kali charging dalam sehari 2. Konsumsi paket data juga lebih sedikit, akibatnya lebih hemat dalam pengeluaran beli pulsa 3. Waktu bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih produktif 4. Menghindari hal-hal yang gak diinginkan Khusus untuk nomor 4, selain pembatasan akses media sosial, perlu juga dibatasi apa yang bisa dibagi dan gak perlu dibagi ke publik media sosial. Mungkin kita berpikir, "Ah apa salahnya berbagi foto-foto selama liburan". Ternyata ada seseorang yang merampok tempat tinggal kita dengan tenang selama kita liburan. ...

Halo Blogger!

Blog ini bukan kali pertama gue bikin. Mulai dari blog dengan platform WordPress self-hosted di hosting dan domain gratisan. Trus ngeblog di WordPress.com gratisan. Kemudian WordPress self-hosted di hosting dan domain berbayar. Sampai akhirnya sekarang gue udah punya WordPress.com berbayar. Nah gue udah bisa dibilang WordPress enthusiast gak nih? Wakakaka Bukan cuma WordPress, gue pernah nyoba Tumblr. Cuman gue kurang suka beberapa fiturnya, terutama fitur komentar. Kadang gue gak bisa komentar di blog Tumblr orang. Pun gak bisa berbalas komentar di sana. Beberapa blog yang masih aktif sampai sekarang: 1. Amyunus.com , blog bahasa Indonesia yang berisi tulisan minimum 500 kata. Topiknya sih umum, seringnya sih wisata (traveling) dan review. Komitmen frekuensi ngeblog di sini minimum sekali sebulan. Sejauh ini sih emang sekali sebulan dan sempat bulan Mei 2017 tidak ada postingan sama sekali. Maklum Ramadan (alesyan!) 2. Amyunus.wordpress.com , blog bahasa Inggris den...

Darkest Hour (2017)

Bagi penggemar kisah Perang Dunia ke-2 (WWII), film ini pastinya ditunggu-tunggu. Gue sendiri baru sadar kalau film ini ada hubungannya dengan film Dunkirk (2017). Kalau Dunkirk itu menggambarkan kondisi peperangan di lapangan. Sedangkan Darkest Hour menggambarkan intrik politik di Inggris saat tentaranya dihabisi oleh Jerman di bawah pimpinan Hitler. Menurut gue sendiri, film ini sempat membosankan di beberapa scene. Namun di beberapa scene, film ini berhasil menggambarkan suasana emosional dan kritis dengan sangat baik. Gue gak begitu kenal dengan aktor-aktrisnya. Di beberapa review, disebut bahwa Gary Oldman memerankan Winston Churcill dengan sangat sangat baik. Memang benar, Gary memenangi penghargaan Oscar di kategori "Best Performance by an Actor in a Motion Picture - Drama".