Langsung ke konten utama

Pengabdi Setan (2017)

Film ini tayang kali pertama di layar kaca Indonesia pada tanggal 28 September 2017. Saat tulisan ini ditulis, penonton film ini sudah mencapai 1 juta lebih. Apakah sebagus itu?

SPOILER!

Ada atau enggak, gue kasih tag aja. Biar kalo ga sengaja ngasih spoiler, gak dihujat habis-habisan. hahaha.

Menurut gue sih film ini serem, pake banget. Bayangin aja hantunya bisa ngebunuh orang, bahkan sekaliber pak ustadz yang kadar iman, ibadah, zikir, saja masih bisa terbunuh oleh pocong. Anaknya juga meninggal saat perjalanan pulang, gara gara ada yang mau nyeberang, entah orang beneran atau jadi jadian.

Kemudian film ini sering banget memberikan suara-suara yang mengagetkan. Pengambilan gambar juga mendukung banget, seolah berhasil membuat penonton menebak nebak kelanjutan cerita. "Jangan-jangan setelah nengok kanan, ada hantunya".

Singkatnya sih, seremnya boleh lah tapi agak gimana gitu kalau hantunya terlalu sering muncul dan bisa berinteraksi secara fisik dengan manusia.

Ada beberapa hal yang perlu gue komentarin, salah satunya saat di bungsu mau pipis. Kemudian si kakak juga menemani sambil pipis juga. Saat kembali ke kamar, si kakak mengambil semacam selimut kemudian melemparnya ke posisi yang sekiranya ada hantu. Dan beneran dong, ada bentuk manusia tertutup selimut itu, padahal tadinya gak ada siapa siapa.

Sumpah tuh anak pinter banget! Kepikiran banget ngambil selimut trus melemparnya ke hantu tersebut. Hahaha.

Ada konspirasi juga kalau si bapak ke luar kota setelah ibu meninggal karena si bapak ikut sekte pengabdi setan yang diikuti oleh sang ibu, dengan harapan bisa menjadi kaya. Katanya sih begitu. Katanya.

Oh iya, si gebetan saingan si bapak tahu aja lho rumah si nenek di mana. Jangan-jangan memang dia diberitahu oleh sekte pengabdi setan untuk menjemput mereka. Kemudian mengantarkan keluarga tersebut ke apartemen dekat tempat tinggal ketua sekte. Mungkin dia dipaksa oleh ketua sekte, sebab sebelumnya tempat tinggalnya digedor oleh orang yang mengaku sebagai tukang pijat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Skandal Facebook dan Cambridge Analytica

Baru-baru ini Facebook diterpa skandal yang cukup meresahkan netizen. Skandal ini dipicu oleh whistleblower, seorang karyawan Cambridge Analytica, yang mengungkapkan bahwa perusahaannya melakukan profile mining dari 50 juta pengguna facebook. Profile tersebut kemudian diduga telah digunakan untuk political target advertisement. Skandal ini cukup kritikal untuk Facebook, hingga Mark Zuckerberg menyempatkan diri untuk menulis post terkait isu ini di akun pribadinya . Bahkan ia juga sempat diwawancarai oleh sebuah televisi swasta, yakni CNN . Berikut  video  terkait wawancara tersebut. Permasalahan skandal tersebut pun meluas terhadap bagaimana detailnya facebook memiliki data penggunanya. Bukan hanya status atau foto yang diunggah pengguna. Bahkan data perihal kontak yang ada di ponsel, panggilan masuk, panggilan keluar, dst. Downloaded my facebook data as a ZIP file Somehow it has my entire call history with my partner's mum pic.twitter.com/CIRUguf4vD — Dylan McKa...

Darkest Hour (2017)

Bagi penggemar kisah Perang Dunia ke-2 (WWII), film ini pastinya ditunggu-tunggu. Gue sendiri baru sadar kalau film ini ada hubungannya dengan film Dunkirk (2017). Kalau Dunkirk itu menggambarkan kondisi peperangan di lapangan. Sedangkan Darkest Hour menggambarkan intrik politik di Inggris saat tentaranya dihabisi oleh Jerman di bawah pimpinan Hitler. Menurut gue sendiri, film ini sempat membosankan di beberapa scene. Namun di beberapa scene, film ini berhasil menggambarkan suasana emosional dan kritis dengan sangat baik. Gue gak begitu kenal dengan aktor-aktrisnya. Di beberapa review, disebut bahwa Gary Oldman memerankan Winston Churcill dengan sangat sangat baik. Memang benar, Gary memenangi penghargaan Oscar di kategori "Best Performance by an Actor in a Motion Picture - Drama".

Murder On The Orient Express (2017)

Film ini ya, endingnya bener bener gak terduga. Diangkat dari sebuah novel laris, kayaknya film ini berhasil diadaptasi dengan baik. Gue gak pernah baca novelnya sih. Mungkin bagi penggemar novelnya akan komentar ini itu. Ya menurut gue sih adaptasinya udah cukup oke kok. Terutama kumis sang detektif yang ikonik, sepertinya jadi maskot cerita tersebut. Bagi penggemar kisah detektif seperti Sherlock Holmes, film ini oke juga.