Langsung ke konten utama

Resolusi Bulan Mei 2018

TL;DR
1. Finance : Overbudget
2. Book : None
3. Exercise : 2 weeks OK, the rest are NOK
4. Gadget Diet : IG and Twitter should be limited

***

Kalau mau lebih detail, silakan ya. Gue mulai menemukan gimana cara menyusun report yang lebih baik di bulan ini.

1. Finance

Gue boros banget April ini. Salah satu kasusnya gue harus beli jaket dan sepatu baru sebab keduanya rusak. Untung saja sepatu baru bisa dibeli dengan voucher, jadi gue gak perlu keluarin uang sama sekali. Lumayan.

Jajan gue di minimarket melambung kembali. Padahal udah berhasil gue kekepin selama 3 bulan di awal 2018.

Gue gak yakin banyak perubahan walaupun pertengahan Mei sudah mulai puasa.


April 2018Monthly
Difference
March 2018Difference
from target
2018
Saving27.51%-3.42%30.93%-3.16%30.67%
Expense72.49%3.42%69.07%3.16%69.33%
Food & Drink13.55%4.57%8.98%-5.89%19.44%
Minimarket5.09%1.84%3.25%1.76%3.33%
Transportation3.46%1.08%2.38%0.13%3.33%
Entertainment16.26%-1.25%17.51%-3.18%19.44%
Other12.75%8.69%4.06%4.53%8.22%
Travel7.44%0.94%6.50%-2.56%10.00%
Charity13.94%-12.45%26.39%8.38%5.56%

2. Book
Gue beli buku baru. (Yeay!)
Tapi belum sempet gue baca. (Huuu!)

Buku itu merupakan terjemahan bahasa Indonesia dari The Subtle Art of Not Giving A Fuck. Harganya hanya 67 ribu rupiah, dibanding buku aslinya yang bisa 300 ribu rupiah.

3. Exercise
1 April : 12.07 km
8 April : 13.71 km
15 April : Jalan-jalan ke Jakarta Aquarium
22 April : Outing grup kantor
29 April : Kesiangan

Gue sih gak berharap banyak di bulan Mei, sebab pertengahan Mei udah mulai puasa Ramadan.

4. Gadget Diet
Gue akan lebih fokus pada weekly screentime dan media sosial




1-7 April8-14 April15-21 April22-28 April
Weekly Screentime26:18:0039:22:0037:11:0028:47:00
Instagram10:34:0013:30:0016:07:009:15:00
Twitter4:53:005:27:006:40:006:45:00
YouTube2:52:006:02:003:27:002:49:00
WhatsApp0:45:000:26:001:02:000:38:00
Chrome1:43:004:40:004:15:003:25:00
Lihat lainnya : Januari, Februari, Maret, April

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Skandal Facebook dan Cambridge Analytica

Baru-baru ini Facebook diterpa skandal yang cukup meresahkan netizen. Skandal ini dipicu oleh whistleblower, seorang karyawan Cambridge Analytica, yang mengungkapkan bahwa perusahaannya melakukan profile mining dari 50 juta pengguna facebook. Profile tersebut kemudian diduga telah digunakan untuk political target advertisement. Skandal ini cukup kritikal untuk Facebook, hingga Mark Zuckerberg menyempatkan diri untuk menulis post terkait isu ini di akun pribadinya . Bahkan ia juga sempat diwawancarai oleh sebuah televisi swasta, yakni CNN . Berikut  video  terkait wawancara tersebut. Permasalahan skandal tersebut pun meluas terhadap bagaimana detailnya facebook memiliki data penggunanya. Bukan hanya status atau foto yang diunggah pengguna. Bahkan data perihal kontak yang ada di ponsel, panggilan masuk, panggilan keluar, dst. Downloaded my facebook data as a ZIP file Somehow it has my entire call history with my partner's mum pic.twitter.com/CIRUguf4vD — Dylan McKa...

Darkest Hour (2017)

Bagi penggemar kisah Perang Dunia ke-2 (WWII), film ini pastinya ditunggu-tunggu. Gue sendiri baru sadar kalau film ini ada hubungannya dengan film Dunkirk (2017). Kalau Dunkirk itu menggambarkan kondisi peperangan di lapangan. Sedangkan Darkest Hour menggambarkan intrik politik di Inggris saat tentaranya dihabisi oleh Jerman di bawah pimpinan Hitler. Menurut gue sendiri, film ini sempat membosankan di beberapa scene. Namun di beberapa scene, film ini berhasil menggambarkan suasana emosional dan kritis dengan sangat baik. Gue gak begitu kenal dengan aktor-aktrisnya. Di beberapa review, disebut bahwa Gary Oldman memerankan Winston Churcill dengan sangat sangat baik. Memang benar, Gary memenangi penghargaan Oscar di kategori "Best Performance by an Actor in a Motion Picture - Drama".

Murder On The Orient Express (2017)

Film ini ya, endingnya bener bener gak terduga. Diangkat dari sebuah novel laris, kayaknya film ini berhasil diadaptasi dengan baik. Gue gak pernah baca novelnya sih. Mungkin bagi penggemar novelnya akan komentar ini itu. Ya menurut gue sih adaptasinya udah cukup oke kok. Terutama kumis sang detektif yang ikonik, sepertinya jadi maskot cerita tersebut. Bagi penggemar kisah detektif seperti Sherlock Holmes, film ini oke juga.