Langsung ke konten utama

Servis MacBook Pro

Gue punya MacBook Pro Retina 13 inch (early 2015). Seinget gue udah setahun setengah, ada masalah dengan speaker. Awalnya gue gak terganggu, secara gue dengerin musik dari headset. tapi lama-lama kok agak terganggu ya. Jadilah gue manfaatkan warranty yang untungnya udah gue perpanjang jadi 3 tahun.



Servis ini gue ajukan ke eStore yang berlokasi Ratu Plaza, Jakarta. Gue setor 1 April 2018. Gue dapet notifikasi email kalau pemesanan spare part sudah dilakukan per 8 April. Kemudian 26 April 2018 gue dapat whatsapp kalau laptop sudah bisa diambil.

Problem ini nampaknya sudah umum terjadi, terlihat dari Customer Service yang cepat tanggap dan mengerti benar permasalahan yang gue alami. Speaker sembur? Sembrur? Sembar? Ya itu lah CS punya istilah sendiri yang gue pun mengamini saja.

Nah permasalahan MacBook Pro yang baru nampaknya keyboard nih. Ya walaupun harus bayar 2jt an lagi untuk perpanjang warranty, menurut gue sih worth it ya ketimbang harus bayar berjuta-juta lebih untuk kerusakan yang sama.

Gue sih ngerasa Apple ini kok agak mulai menurun kualitasnya. Atau memang disetup begitu agar keuntungan tetap berlipat? Namanya garansi sebenarnya bukan untuk menghemat kalau ada kerusakan. Tapi seharusnya semacam jadi jaminan dari Apple bahwa tidak akan terjadi kerusakan pada gawai yang mereka produksi.

Kamu punya pengalaman yang sama tentang kerusakan gawai produksi Apple?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Skandal Facebook dan Cambridge Analytica

Baru-baru ini Facebook diterpa skandal yang cukup meresahkan netizen. Skandal ini dipicu oleh whistleblower, seorang karyawan Cambridge Analytica, yang mengungkapkan bahwa perusahaannya melakukan profile mining dari 50 juta pengguna facebook. Profile tersebut kemudian diduga telah digunakan untuk political target advertisement. Skandal ini cukup kritikal untuk Facebook, hingga Mark Zuckerberg menyempatkan diri untuk menulis post terkait isu ini di akun pribadinya . Bahkan ia juga sempat diwawancarai oleh sebuah televisi swasta, yakni CNN . Berikut  video  terkait wawancara tersebut. Permasalahan skandal tersebut pun meluas terhadap bagaimana detailnya facebook memiliki data penggunanya. Bukan hanya status atau foto yang diunggah pengguna. Bahkan data perihal kontak yang ada di ponsel, panggilan masuk, panggilan keluar, dst. Downloaded my facebook data as a ZIP file Somehow it has my entire call history with my partner's mum pic.twitter.com/CIRUguf4vD — Dylan McKa...

Darkest Hour (2017)

Bagi penggemar kisah Perang Dunia ke-2 (WWII), film ini pastinya ditunggu-tunggu. Gue sendiri baru sadar kalau film ini ada hubungannya dengan film Dunkirk (2017). Kalau Dunkirk itu menggambarkan kondisi peperangan di lapangan. Sedangkan Darkest Hour menggambarkan intrik politik di Inggris saat tentaranya dihabisi oleh Jerman di bawah pimpinan Hitler. Menurut gue sendiri, film ini sempat membosankan di beberapa scene. Namun di beberapa scene, film ini berhasil menggambarkan suasana emosional dan kritis dengan sangat baik. Gue gak begitu kenal dengan aktor-aktrisnya. Di beberapa review, disebut bahwa Gary Oldman memerankan Winston Churcill dengan sangat sangat baik. Memang benar, Gary memenangi penghargaan Oscar di kategori "Best Performance by an Actor in a Motion Picture - Drama".

Murder On The Orient Express (2017)

Film ini ya, endingnya bener bener gak terduga. Diangkat dari sebuah novel laris, kayaknya film ini berhasil diadaptasi dengan baik. Gue gak pernah baca novelnya sih. Mungkin bagi penggemar novelnya akan komentar ini itu. Ya menurut gue sih adaptasinya udah cukup oke kok. Terutama kumis sang detektif yang ikonik, sepertinya jadi maskot cerita tersebut. Bagi penggemar kisah detektif seperti Sherlock Holmes, film ini oke juga.