Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2017

Apple, Flash, dan USB-C

Baru-baru ini Adobe merilis pernyataan bahwa pengembangan Flash hanya berlanjut hingga 2020. Wow! Gue masih inget harus download plugin Flash setiap kali install browser di PC baru. Dan kebiasaan tersebut berhenti sejak Flash tidak lagi banyak diadopsi dalam teknologi modern. Minimnya penggunaan Flash sebagai sarana multimedia di internet dimulai oleh  penolakan Steve Jobs untuk menggunakan Flash di iPhone, iPad, dan iPod. Keputusan tersebut saat itu sangat kontroversial dan dianggap sebagai keputusan yang berani. Namun beberapa tahun kemudian aksi penolakan tersebut kemudian diikuti oleh beberapa perusahaan digital lainnya seperti Google dan Microsoft. Google mengadopsi HTML5 dan Microsoft mengadopsi Silverlight. Well, Jobs proves that he was right and tech world is following his direction. Leaving Flash behind and adopt HTML5 as newer and modern technology of multimedia in internet. Gue pikir Steve Jobs memiliki pengaruh besar dalam keberhasilan Apple di dunia teknologi. Se...

Baju yang sama setiap hari

Dari kecil baju gue selalu dikasih dan dibeliin ortu. Kalau gak pas banget sih, ya baju bakal ngendon di dalam lemari, gak pernah gue pake kemana-mana. Ujung-ujungnya gue pake baju yang itu-itu aja. Kebiasaan ini berhenti sejak gue kuliah, Gue menyisihkan uang saku bulanan gue buat beli baju sendiri. Bukan berarti tanpa cela ya, gue pernah juga beli baju yang ternyata gak cocok dipake sehari-hari padahal pas dicoba cocok-cocok aja. The magic of fitting room! 💢 Pas kuliah gue sempat nyoba usaha clothing dan gak lama akhirnya gue gerhenti gara-gara kuwalahan buat handle sembari kuliah. Kebetulan ada sisa-sisa kaos layak pake yang warnanya sama dan ukurannya sama, ada kali selusin. Gue pun berpikiran, daripada gue jual lagi, bisa kali ya gue pake sendiri. 💡 Nah itulah awal mula kenapa gue pake kaos yang keliatan sama setiap hari di kampus. 👕 Saat awal masuk kerja kantoran di perusahaan besar, HR kritik penampilan gue habis-habisan. Gue disuruh ganti baju, celana, hingga nge...

Gaya Bahasa

Salah satu alasan kenapa gue bikin blog baru sebenernya juga karena gue juga pengen punya gaya bahasa baru dalam dunia per-blogging-an. Bahasa di amyunus.com cenderung formal dan bahasa di amyunus.wordpress.com dominan bahasa Inggris. Di blog ini, gue mencoba lebih lepas dalam menjabarkan sesuatu. Damian Zaleski Temen gue sempet lihat-lihat beberapa tulisan gue dan dia sempat mengkritik gaya tulisan gue yang kurang anak muda. Well, second that and I could not more agree. To be honest, I am so flattered someone has spared his/her time to look my postings and evenmore giving comments on them. Many many thanks for feedbacks for sure. Misalnya aja penggunaan kata 'tidak' dan 'nggak' dalam postingan gue. Alih-alih pake 'nggak', gue malah pake 'tidak'. It sounds sooo formal. Perhaps I also should not mind to mix english and Indonesian in a sentence. Jonathan Simcoe Read more to write more But it does necessarily true that many youngsters have...

Trotoar dan dilemanya

Gue gak sepenuhnya menyalahkan pemerintah kalau banyak sekali ruas jalan yang tidak memiliki fasilitas trotoar yang sebenarnya ditujukan untuk pejalan kaki. Kenapa demikian? Tidak ada trotoar Gimana sih pemerintah nih? Gak dibangun trotoar sama sekali? Yang dibangun jalan raya mulu. Orang kayak lagi yang menikmati jalan mulus dan pajak yang sudah dibayarkan. Dibangun trotoar Gimana sih pemerintah nih? Ada pengguna jalan seperti motor dan warung-warung gak jelas yang memenuhi badan trotoar dibiarin aja. Pejalan kaki kayak kita-kita yang punya hak gini kan jadi terganggu. Kami ingin hak pejalan kaki atas trotoar dikembalikan dan ditegakkan agar mendorong masyarakat berjalan kaki. Penertiban trotoar Gimana sih pemerintah nih? Gak memihak rakyat kecil sama sekali. Mereka di sana kan nyari uang ya, halal. Berantas dulu tuh pejabat-pejabat korupsi yang enak duduk adem tentrem di dalam gedung dan sering tidur itu. Bukan rakyat kecil yang sedang mengais uang untuk kehidupan sehari-har...

Kopi dan uang elektronik

Gue bukan penyuka kopi yang bisa membedakan mana kopi yang enak dan kurang enak. Tapi gue selalu butuh kopi sebagai pelengkap awal hari gue sebelum memulai aktivitas. Kurang lengkap tanpa kopi di pagi hari. Layaknya sarapan sebagai bekal energi selama sehari penuh, gue minum kopi agar bisa segar seketika. Secara kopi memicu adrenalin tubuh dan memacu detak jantung dan menghindarkan kantuk. Itu sangat membantu gue agar lebih cepat siap kerja di pagi hari. Walaupun begitu gue berusaha tidak minum kopi lebih dari 2x sehari. Pagi dan siang/sore itu cukup. Katanya sih gak bagus. Kopi bungkus dan kopi kemasan Nah kopi andalan gue dulu itu kopi bungkus. Cuman gue kurang suka sebab ampasnya yang banyak. Dan rasanya kurang nyaman saat meminumnya. Kemudian gue beralih ke kopiko 78c yang dingin praktis serta murah. Gue pernah beli banyak di Giant sebagai persediaan selama seminggu ke depan. Kalau habis dan gak sempat ya beli di Indomaret/Alfamart. Namun karena sadar gulanya terlalu b...

Selamat Tinggal Windows Phone

Rasanya memang harus ganti ponsel nih soalnya Windows Phone OS sudah tidak didukung Microsoft lagi. Kira-kira enaknya beli apa ya? Xiaomi kali ya? Murah dan bagus. Saya termasuk pengguna Windows Phone OS dengan gawai Nokia Lumia 920 sejak 2013. Memang banyak sekali sih kekurangan platform ini. Saya sampai frustasi sendiri tapi ya apa mau dikata, kalau dijual lagi emang bakal laku? Sebab orang bakal lebih memilih Android ketimbang Windows Phone. Tren penggunaan Windows Phone sendiri dari tahun ke tahun kalah superior jika dibandingkan dengan perkembangan iOS dan Android. Per tahun 2016 lalu, tercatat hanya 0.46% pengguna ponsel di dunia menggunakan Windows Phone OS. Selain itu penggunaan didonimasi oleh Android sejumlah 84.82% dan iOS 14.42%. Jadi segeralah beralih ke Android atau iOS, tidak ada lagi alasan untuk masih bertahan dengan gawai Windows Phone yang ada. Beberapa ponsel memang masih bisa diperbarui ke Windows Mobile 10, yang katanya akan memiliki experience yang ...

Indonesia yang inferior

Gue sering mendengar pendapat orang Indonesia tentang negerinya sendiri dibanding negeri lain. Di luar negeri mah bagus, kalo Indonesia pasti jelek. Entah negeri mana yang dimaksud di frase luar negeri tersebut. Biasanya sih negeri yang lebih tinggi martabatnya (adidaya) daripada Indonesia. Saya sering berkata dalam hati. Ah situ mah ke luar negeri juga cuma mampir alias traveling. Coba deh kalau hidup dan tinggal di sana. Bukan tidak mungkin kalau nantinya bakal bilang, "Indonesia is heaven". Tapi mungkin aggapan gue salah. Terbukti dari twitnya Mas Pinot. Seorang penggiat seni, yang dulunya saya kenal dari karya-karya fenomenalnya di media sosial Vine. Sejak beberapa tahun yang lalu, beliau tinggal di Kuwait kemudian pindah ke New York. Mungkin anggapan gue salah bahwa setiap negeri punya kelebihan dan kekurangan masing-masing dan Indonesia tidak perlu selalu merasa inferior dibandingkan negeri lain. Mungkin benar Indonesia itu memang inferior. Maklum gue belu...

Halo Blogger!

Blog ini bukan kali pertama gue bikin. Mulai dari blog dengan platform WordPress self-hosted di hosting dan domain gratisan. Trus ngeblog di WordPress.com gratisan. Kemudian WordPress self-hosted di hosting dan domain berbayar. Sampai akhirnya sekarang gue udah punya WordPress.com berbayar. Nah gue udah bisa dibilang WordPress enthusiast gak nih? Wakakaka Bukan cuma WordPress, gue pernah nyoba Tumblr. Cuman gue kurang suka beberapa fiturnya, terutama fitur komentar. Kadang gue gak bisa komentar di blog Tumblr orang. Pun gak bisa berbalas komentar di sana. Beberapa blog yang masih aktif sampai sekarang: 1. Amyunus.com , blog bahasa Indonesia yang berisi tulisan minimum 500 kata. Topiknya sih umum, seringnya sih wisata (traveling) dan review. Komitmen frekuensi ngeblog di sini minimum sekali sebulan. Sejauh ini sih emang sekali sebulan dan sempat bulan Mei 2017 tidak ada postingan sama sekali. Maklum Ramadan (alesyan!) 2. Amyunus.wordpress.com , blog bahasa Inggris den...