Langsung ke konten utama

Indonesia yang inferior

Gue sering mendengar pendapat orang Indonesia tentang negerinya sendiri dibanding negeri lain. Di luar negeri mah bagus, kalo Indonesia pasti jelek. Entah negeri mana yang dimaksud di frase luar negeri tersebut. Biasanya sih negeri yang lebih tinggi martabatnya (adidaya) daripada Indonesia.

Saya sering berkata dalam hati. Ah situ mah ke luar negeri juga cuma mampir alias traveling. Coba deh kalau hidup dan tinggal di sana. Bukan tidak mungkin kalau nantinya bakal bilang, "Indonesia is heaven".

Tapi mungkin aggapan gue salah. Terbukti dari twitnya Mas Pinot. Seorang penggiat seni, yang dulunya saya kenal dari karya-karya fenomenalnya di media sosial Vine. Sejak beberapa tahun yang lalu, beliau tinggal di Kuwait kemudian pindah ke New York.

Mungkin anggapan gue salah bahwa setiap negeri punya kelebihan dan kekurangan masing-masing dan Indonesia tidak perlu selalu merasa inferior dibandingkan negeri lain.

Mungkin benar Indonesia itu memang inferior. Maklum gue belum pernah tinggal di luar negeri. Pernah ke luar negeri pun, cuma traveling gak sampe seminggu di negeri tetangga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Batasi media sosialmu

Dalam sehari, berapa kali atau berapa lama tuh lo mantengin media sosial? Entah facebook, twitter, instagram, path, atau whatsapp. Gue pribadi sekarang sudah bener-bener mengurangi konsumi media sosial. Facebook sudah gak aktif sejak 2007, instagram dan path juga sudah berkurang jauh sejak 2 bulan lalu. Photo by  Camille Minouflet  on  Unsplash Banyak kok manfaatnya, 1. Baterai smartphone lebih awet jadi gak perlu berkali kali charging dalam sehari 2. Konsumsi paket data juga lebih sedikit, akibatnya lebih hemat dalam pengeluaran beli pulsa 3. Waktu bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih produktif 4. Menghindari hal-hal yang gak diinginkan Khusus untuk nomor 4, selain pembatasan akses media sosial, perlu juga dibatasi apa yang bisa dibagi dan gak perlu dibagi ke publik media sosial. Mungkin kita berpikir, "Ah apa salahnya berbagi foto-foto selama liburan". Ternyata ada seseorang yang merampok tempat tinggal kita dengan tenang selama kita liburan. ...

Halo Blogger!

Blog ini bukan kali pertama gue bikin. Mulai dari blog dengan platform WordPress self-hosted di hosting dan domain gratisan. Trus ngeblog di WordPress.com gratisan. Kemudian WordPress self-hosted di hosting dan domain berbayar. Sampai akhirnya sekarang gue udah punya WordPress.com berbayar. Nah gue udah bisa dibilang WordPress enthusiast gak nih? Wakakaka Bukan cuma WordPress, gue pernah nyoba Tumblr. Cuman gue kurang suka beberapa fiturnya, terutama fitur komentar. Kadang gue gak bisa komentar di blog Tumblr orang. Pun gak bisa berbalas komentar di sana. Beberapa blog yang masih aktif sampai sekarang: 1. Amyunus.com , blog bahasa Indonesia yang berisi tulisan minimum 500 kata. Topiknya sih umum, seringnya sih wisata (traveling) dan review. Komitmen frekuensi ngeblog di sini minimum sekali sebulan. Sejauh ini sih emang sekali sebulan dan sempat bulan Mei 2017 tidak ada postingan sama sekali. Maklum Ramadan (alesyan!) 2. Amyunus.wordpress.com , blog bahasa Inggris den...

Darkest Hour (2017)

Bagi penggemar kisah Perang Dunia ke-2 (WWII), film ini pastinya ditunggu-tunggu. Gue sendiri baru sadar kalau film ini ada hubungannya dengan film Dunkirk (2017). Kalau Dunkirk itu menggambarkan kondisi peperangan di lapangan. Sedangkan Darkest Hour menggambarkan intrik politik di Inggris saat tentaranya dihabisi oleh Jerman di bawah pimpinan Hitler. Menurut gue sendiri, film ini sempat membosankan di beberapa scene. Namun di beberapa scene, film ini berhasil menggambarkan suasana emosional dan kritis dengan sangat baik. Gue gak begitu kenal dengan aktor-aktrisnya. Di beberapa review, disebut bahwa Gary Oldman memerankan Winston Churcill dengan sangat sangat baik. Memang benar, Gary memenangi penghargaan Oscar di kategori "Best Performance by an Actor in a Motion Picture - Drama".