Langsung ke konten utama

Keluhan berujung pidana

Muhadkly (Acho) dinyatakan sebagai tersangka atas tulisan blognya yang dianggap mencemarkan nama baik apartemen green pramuka. Dia digugat oleh kuasa hukum dengan jeratan pasal 27 ayat 3 UU ITE dan fitnah pasal 310-311 KUHP. Hal ini bemula dari postingan blog Acho tahun 2015 silam terkait keluhan harga pelayanan mahal nan mencekik kantong namun tak sepadan.




Penggunaan pasal karet UU ITE ini sudah pernah menimpa Prita Mulyasari 2009 lalu. Ia menuliskan keluhan pelayanan RS Omni melalui surel (email). Surel tersebut dipublikasikan dan pihak RS Omni pun melayangkan gugatan sebagai ekspresi keberatan atas isi surel tersebut. Beruntungnya gugatan tersebut dicabut oleh pihak RS Omni setelah muncul gerakan Koin Untuk Prita agar dapat membayar denda atas gugatan tersebut.

Gue sendiri jadi takut untuk menuliskan keluhan atau feedback sebuah produk di internet. Jangan-jangan nanti gue bisa dituntut oleh si empu produk atas pencemaran nama baik. Padahal maksudnya memberikan masukan agar empu produk bisa mengerti kekurangan dan memperbaiknya di produk selanjutnya.

Apakah hal ini akan terulang? Sejauh mana lembaga YLKI akan melakukan pembelaan atas korban? Apakah pasal karet UU ITE perlu dihilangkan? Lalu di mana letak hukum kebebasan berekspresi kita sebagai warga negara?

Hukum dibuat agar tatanan di dalamnya bisa teratur. Bukan malah jadi senjata penguasa yang ampuh. Benar dan salah kini memang sudah jadi abu-abu. Namun sebagai warga negara yang berasaskan hukum, kita wajib patuh pada hasil keputusan ketok palu.

Pasal karet di Indonesia bukan hanya UU ITE. Tapi ya sudahlah, kita tidak perlu bahas pasal itu di blog ini. Saya bukan ahlinya bahas undang-undang negara ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Skandal Facebook dan Cambridge Analytica

Baru-baru ini Facebook diterpa skandal yang cukup meresahkan netizen. Skandal ini dipicu oleh whistleblower, seorang karyawan Cambridge Analytica, yang mengungkapkan bahwa perusahaannya melakukan profile mining dari 50 juta pengguna facebook. Profile tersebut kemudian diduga telah digunakan untuk political target advertisement. Skandal ini cukup kritikal untuk Facebook, hingga Mark Zuckerberg menyempatkan diri untuk menulis post terkait isu ini di akun pribadinya . Bahkan ia juga sempat diwawancarai oleh sebuah televisi swasta, yakni CNN . Berikut  video  terkait wawancara tersebut. Permasalahan skandal tersebut pun meluas terhadap bagaimana detailnya facebook memiliki data penggunanya. Bukan hanya status atau foto yang diunggah pengguna. Bahkan data perihal kontak yang ada di ponsel, panggilan masuk, panggilan keluar, dst. Downloaded my facebook data as a ZIP file Somehow it has my entire call history with my partner's mum pic.twitter.com/CIRUguf4vD — Dylan McKa...

Darkest Hour (2017)

Bagi penggemar kisah Perang Dunia ke-2 (WWII), film ini pastinya ditunggu-tunggu. Gue sendiri baru sadar kalau film ini ada hubungannya dengan film Dunkirk (2017). Kalau Dunkirk itu menggambarkan kondisi peperangan di lapangan. Sedangkan Darkest Hour menggambarkan intrik politik di Inggris saat tentaranya dihabisi oleh Jerman di bawah pimpinan Hitler. Menurut gue sendiri, film ini sempat membosankan di beberapa scene. Namun di beberapa scene, film ini berhasil menggambarkan suasana emosional dan kritis dengan sangat baik. Gue gak begitu kenal dengan aktor-aktrisnya. Di beberapa review, disebut bahwa Gary Oldman memerankan Winston Churcill dengan sangat sangat baik. Memang benar, Gary memenangi penghargaan Oscar di kategori "Best Performance by an Actor in a Motion Picture - Drama".

Murder On The Orient Express (2017)

Film ini ya, endingnya bener bener gak terduga. Diangkat dari sebuah novel laris, kayaknya film ini berhasil diadaptasi dengan baik. Gue gak pernah baca novelnya sih. Mungkin bagi penggemar novelnya akan komentar ini itu. Ya menurut gue sih adaptasinya udah cukup oke kok. Terutama kumis sang detektif yang ikonik, sepertinya jadi maskot cerita tersebut. Bagi penggemar kisah detektif seperti Sherlock Holmes, film ini oke juga.