Langsung ke konten utama

Pesan Hotel Murah di Airy Rooms

Tempo hari gue ikutan Indonesia Android Kejar, semacam study group Android di Indonesia. Di IAK yang diselenggarakan 2 hari tersebut, kita akan diajari beberapa materi penting membuat aplikasi Android. Di akhir sesi, peserta akan diberikan tugas untuk membuat aplikasi Android dan dikumpulkan dalam waktu 5 hari setelah sesi berakhir. Wow seru kan?!



Nah IAK diselenggarakan 2 hari dan di luar kota, gue butuh penginapan agar tidak ribet pergi dan pulang ke lokasi study group. Gue inget kalau gue punya diskon 50% promo hotel dari Google Local Guides kalau menggunakan aplikasi Airy Rooms. Akhirnya gue pilih aja yang paling mahal, jatuhnya ya harganya masih relatif murah di lokasi pusat kota.

Kesan pertama,

Aplikasi Androidnya enak banget dipakai. Mudah banget navigasinya dan gue bahkan gak inget kalau harus daftar ini itu. Gue tinggal cari hotel di daerah yang gue mau, cocok-cocokin harga dan tipe hotel. Kemudian gue pilih kamar dan bayar, gak lupa kupon dari Google Local Guides. Huwahahaha.

Pun kalau misalnya gue mau tanya-tanya CS Airy Rooms, live chat sudah terintegrasi dengan baik di aplikasi Androidnya. Gue inget cuma sekali klik untuk bisa ke live chat tersebut. User Experience nya keren banget deh pokoknya!

Kesan selanjutnya,

Di hari gue menginap, gue sadar banget kalau ini bukan hotel baru yang penampilan luar dan dalam hotelnya akan fancy dan modern. Tapi jangan salah, gue ternyata dapat kamar hotel dengan bath tub lho! Terlepas dari kupon promo yang gue pake, harga aslinya saja menurut gue separuh dari hotel-hotel fancy dengan fasilitas yang sama.

Menurut gue hotel-hotel yang tersedia di Airy Rooms ya hotel macem begini, bukan hotel-hotel baru nan fancy. Hotel-hotel ini tidak mengandalkan sistem booking online dan tim Airy Rooms mendekati hotel macam tersebut agar bisa dijangkau oleh warganet (netizen). Gak jelek-jelek amat kok dan layak banget untuk dijadikan sebagai tempat singgah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Batasi media sosialmu

Dalam sehari, berapa kali atau berapa lama tuh lo mantengin media sosial? Entah facebook, twitter, instagram, path, atau whatsapp. Gue pribadi sekarang sudah bener-bener mengurangi konsumi media sosial. Facebook sudah gak aktif sejak 2007, instagram dan path juga sudah berkurang jauh sejak 2 bulan lalu. Photo by  Camille Minouflet  on  Unsplash Banyak kok manfaatnya, 1. Baterai smartphone lebih awet jadi gak perlu berkali kali charging dalam sehari 2. Konsumsi paket data juga lebih sedikit, akibatnya lebih hemat dalam pengeluaran beli pulsa 3. Waktu bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih produktif 4. Menghindari hal-hal yang gak diinginkan Khusus untuk nomor 4, selain pembatasan akses media sosial, perlu juga dibatasi apa yang bisa dibagi dan gak perlu dibagi ke publik media sosial. Mungkin kita berpikir, "Ah apa salahnya berbagi foto-foto selama liburan". Ternyata ada seseorang yang merampok tempat tinggal kita dengan tenang selama kita liburan. ...

Halo Blogger!

Blog ini bukan kali pertama gue bikin. Mulai dari blog dengan platform WordPress self-hosted di hosting dan domain gratisan. Trus ngeblog di WordPress.com gratisan. Kemudian WordPress self-hosted di hosting dan domain berbayar. Sampai akhirnya sekarang gue udah punya WordPress.com berbayar. Nah gue udah bisa dibilang WordPress enthusiast gak nih? Wakakaka Bukan cuma WordPress, gue pernah nyoba Tumblr. Cuman gue kurang suka beberapa fiturnya, terutama fitur komentar. Kadang gue gak bisa komentar di blog Tumblr orang. Pun gak bisa berbalas komentar di sana. Beberapa blog yang masih aktif sampai sekarang: 1. Amyunus.com , blog bahasa Indonesia yang berisi tulisan minimum 500 kata. Topiknya sih umum, seringnya sih wisata (traveling) dan review. Komitmen frekuensi ngeblog di sini minimum sekali sebulan. Sejauh ini sih emang sekali sebulan dan sempat bulan Mei 2017 tidak ada postingan sama sekali. Maklum Ramadan (alesyan!) 2. Amyunus.wordpress.com , blog bahasa Inggris den...

Darkest Hour (2017)

Bagi penggemar kisah Perang Dunia ke-2 (WWII), film ini pastinya ditunggu-tunggu. Gue sendiri baru sadar kalau film ini ada hubungannya dengan film Dunkirk (2017). Kalau Dunkirk itu menggambarkan kondisi peperangan di lapangan. Sedangkan Darkest Hour menggambarkan intrik politik di Inggris saat tentaranya dihabisi oleh Jerman di bawah pimpinan Hitler. Menurut gue sendiri, film ini sempat membosankan di beberapa scene. Namun di beberapa scene, film ini berhasil menggambarkan suasana emosional dan kritis dengan sangat baik. Gue gak begitu kenal dengan aktor-aktrisnya. Di beberapa review, disebut bahwa Gary Oldman memerankan Winston Churcill dengan sangat sangat baik. Memang benar, Gary memenangi penghargaan Oscar di kategori "Best Performance by an Actor in a Motion Picture - Drama".